Minggu, 16 Mei 2010

ARTI SEBUAH PENGABDIAN 1


Hari Pertama Mengajar Di TK lereng Gunung

Hal yang menarik ketika saya pernah mengajar disebuah TK kecil di lereng gunung. TK yang sederhana tapi muridnya cukup banyak ada 140 siswa, Pagi yang cerah dan mentari ikut bersiap-siap mengantarku berangkat mengajar di Tk itu, ini adalah hari pertamaku …wah akupun begitu semangat . Hari pertamaku aku berangkat pagi sekali udaranya sejuk bahkan terasa sangat dingin …aku cukup berjalan kaki menuju kesekolah itu , jaraknya cukup dekat dengan rumahku,cukup dengan 5 menit sampailah aku ke sekolah, ternyata ada yang lebih awal sampai disekolah sudah ada seorang ibu yang usianya setengah baya sedang menyapu halaman dan mengelap mainan anak –anak…akupun langsung menyapa dan memperkenalkan kalau saya akan ikut bergabung membantu mengajar, Ia langsung menyambutku dengan ramah kemudian menujukan kelas tempatku mengajar . Aku pandangi kelas itu dari kursi anak-anak yang bentuk kursinya panjang yang muat diduduk untuk 4 anak ,mejanya juga panjang dan akupun tertuju dengan meja guru yang cukup sederhana ..lantainyapun bukan keramik…dalam hatiku berkata aku benar-benar siap mengabdi.Tiba-tiba aku ditegur …heran ya lihat kelasnya, Ia pun bercerita kalau disekolah ini tidak ada tukang kebunnya, jadi setiap hari yang bertugas membersihkan ya..ibu gurunya. Akupun dengan tersenyum menjawab kalau begitu mulai hari ini aku siap membersihkannya sebelum murid-murid datang. Dalam waktu 15 menit selasailah aku membersikan kelas itu …subhanallah berarti ibu guru disini tidak hanya mengajar tapi juga tukang bersih-bersih ,beda sekali dengan dikota, guru datang kelas sudah bersih, AC sudah nyala . aku salut dengan ibu guru di sekolah ini. Tidak lama kemudian murid-muridpun datang ,kitapun siap-siap menyambutnya…..Anak-anak di Tk ini tidak ada yang diantar mereka berangkat sendiri dengan berjalan kaki kecuali yang rumahnya jauh mereka diantar pakai motor, ternyata anak-anak desa sangat mandiri dan pemberani. Waktu untuk mengajar tiba juga, dalam hati ku berkata aku hari ini aku benar-benar jadi guru yang sesungguhnya,akan keberikan semampuku untuk menjadikan murid-muridku semangat dan menemukan suasana baru .Aku pun mulai berkenalan dengan mereka. Subhallah mereka anak anak yang polus dan jujur apa adanya…kupandang muridku satu persatu ada yang tampak rapih dan terawat tapi itu hanya sebagian, sementara yang lain ada yang sibuk mengusap ingusnya dengan tangan, rambut tampak tidak disisir , baju seragam yang kusut dan kancing yang sudah pada copot, bahkan sepatunya banyak yang ada jendelanya jadi jempolnya kaki tampak terlihat….., tak terasa butir air mataku berlinang, apalagi setelah mereka cerita ibunya menjadi TKW jadi mereka tinggal dengan nenek yang sudah tua dan ayahnya bekerja menjadi tukang ojek, melihat dan mendengar semua itu hatiku semakin bertekat aku harus bisa membuat mereka belajar dengan semangat, menyenangkan.Sungguh hari pertama mengajar yang sangat mengesankan.

Sebelum pulang akupun berbincang bincang dengan guru-guru yang lain dan mendengarkan cerita mereka sejarah dan sistim pengajaran di TK tersebut. Guru –gurunya sangat ramah, dan menyambutku dengan hangat , bahkan guru guru siap menerima hal yang baru demi kemajuan sekolah.Hal ini juga menjadi tantangan bagiku,….suasana yang formal menjadi cair…ketika seorang guru mengingatkanku….bu sebelum pulang jangan lupa di cek sepatu pantopelnya,akupun segera melirik ke sepatuku,,,semua jadi tertawa..ha ha ha sepatunya udah berubah warna….ayo kita rapi-rapi sebelum pulang, jangan kaget kalau musim kemarau sepatu berubah warna , kalau musim hujan sepatu bertambah tinggi ….wah seru juga.

Rabu, 01 Juli 2009

Temanku

Dalam perjalanan hidup, kita butuh sekali teman.Ada banyak karakter teman, baik yang gaul, keren, kocak, banyak bicara, pendiam, pintar dan masih banyak lagi. Tapi saya sangat terkesan dengan teman yang karakternya lain daripada yang lain, temanku ini gayanya deso, lugu, pendiam.
Tapi siapa yang nyangka dengan gayanya yang seperti angkatan 45 justru tersimpan keunggulan yang perlu ditiru, ternyata dia benar-benar seorang pejuang,dia mampu menghidupi keluarganya dengan memanfaatkan talenta yang dia punya. Temanku ini serba bisa, dia bisa jadi ustazah yang sering mengisi pengajian yang h0nornya lumayan,dirumah dia buka pendidikan Pra Sekolah (TK),TPA,dan juga guru seni qosidahan yang lagi-lagi honornya cukup mahal.Taman kanak-kanak yang didirikannya berawal dari jumlah murid yang hanya 9 siswa sekarang sudah mencapai 4 kelas.Metode pengajaran di TK nya sangat moderen tidak kalah dengan TK-TK terkenal.
Dari senilah kita bisa ambil hikmah bahwa belum tentu orang yang dianggab biasa-biasa saja tidak bisa apa-apa, justru sebaliknya, dibalik gayanya yang deso,tersimpan banyak kelebihan subhanallah ...dia hebat tapi tidak sombong , dan tetap rendah hati .

Selasa, 26 Mei 2009

Dengan Sabar kita lebih Semangat Berjuang

Aku minta pada Allah setangkai bunga segar,Ia beri aku kaktus berduri.
Aku minta pada Allah binatang mungil nan cantik,Ia beri aku Ulat berbulu .
Aku sedih ,protes dan kecewa.....Betapa tidak adilnya ini....
Namun kemudian ....kaktus itu berbunga indah bahkan sangat indah dan ulat itupun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik.
Itulah jalan Allah, Indah pada waktunya!
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan , tapi Ia memberi apa yang kita perlukan.

Ketika saya membaca syair ini , betapa rasa sabar itu penuh hikmah.. dalam kehidupan kita, terutama ketika kita menghadapi hal yang amat sulit bahkan teramat menyakitkan...yang kadang-kadang kita putus asa dan menyerah.......
Disinilah rasa Sabar berperan....Kita harus yakin sebesar apapun persoalan pasti ada jalan keluarnya, semangat, ulet, kerja keras dan berdoa.....bahwa Allah Selalu Memberi yang terbaik buat kita....Amin

Minggu, 24 Mei 2009

Berkreasi Dalam Media Pengajaran

Media pengajaran adalah hal yang penting dalam mendukung proses KBM agar berlangsung dengan baik dan dengan mengunakan media dalam mengajar,proses belajar akan lebih menarik, siswapun akan lebih mudah menerima materi yang disampaikan. Oleh karna itu saya tertarik untuk berkreasi membuat media pengajaran berupa alat peraga dengan tema "Panca Indera".
Alat peraga ini berguna untuk mengajarkan kepada siswa dalam mengenal fungsi dari alat indera yaitu penglihatan, pembau, perasa.
Pembuatan alat peraga ini tidak perlu membeli banyak bahan karena mengunakan barang-barang bekas yang bisa kita peroleh dari sekitar kita. Alat peraga ini mendapat juara ke 1 dalam lomba pembuatan alat peraga antar Guru-guru TK sekecamatan pulogadung.


Membuat “ Kuda Panca Indera”

Alat dan bahan :

  1. 6 kardus bekas minuman
  2. 5 botol bekas film
  3. Tali rapia
  4. 3 botol bekas minuman
  5. Pasir
  6. Kain perca yang halus
  7. batu
  8. kapas
  9. kopi
  10. Minyak kayu putih
  11. Sabun batangan

Alat Bantu

  1. lem Fox
  2. lem uhu
  3. Isolasi
  4. lakban
  5. Pisau kater
  6. Gunting

Cara pembuatannya

  1. B1 dan B2 diberi lubang sama besar.
    Didalam B1 diberi bahan kasar (Pasir) dan halus (bahan puring).
    Di dalam B2 diberi benda lembut (kapas) dan benda keras (batu).
  2. Rekatkan B1 ke B2 dan K1 ke B1, rekatkan K2 ke B2,
  3. L direkatkan ke B1
  4. Beri 5 lubang pada bagian M (muka kuda) dan masukkan
    botol film bekas yang telah diisi dengan berbagai
    macam bau berbeda, lalu rekatkanlah M ke L
  5. Kepangkan tali rapia dan gantungkan boto-botol minuman yang telah diisi dengan
    bermacam-macam benda yang mempunyai bunyi berbeda, kalungkan pada “leher
    kuda”

Gambar