Hari Pertama Mengajar Di TK lereng Gunung
Hal yang menarik ketika saya pernah mengajar disebuah TK kecil di lereng gunung. TK yang sederhana tapi muridnya cukup banyak ada 140 siswa, Pagi yang cerah dan mentari ikut bersiap-siap mengantarku berangkat mengajar di Tk itu, ini adalah hari pertamaku …wah akupun begitu semangat . Hari pertamaku aku berangkat pagi sekali udaranya sejuk bahkan terasa sangat dingin …aku cukup berjalan kaki menuju kesekolah itu , jaraknya cukup dekat dengan rumahku,cukup dengan 5 menit sampailah aku ke sekolah, ternyata ada yang lebih awal sampai disekolah sudah ada seorang ibu yang usianya setengah baya sedang menyapu halaman dan mengelap mainan anak –anak…akupun langsung menyapa dan memperkenalkan kalau saya akan ikut bergabung membantu mengajar, Ia langsung menyambutku dengan ramah kemudian menujukan kelas tempatku mengajar . Aku pandangi kelas itu dari kursi anak-anak yang bentuk kursinya panjang yang muat diduduk untuk 4 anak ,mejanya juga panjang dan akupun tertuju dengan meja guru yang cukup sederhana ..lantainyapun bukan keramik…dalam hatiku berkata aku benar-benar siap mengabdi.Tiba-tiba aku ditegur …heran ya lihat kelasnya, Ia pun bercerita kalau disekolah ini tidak ada tukang kebunnya, jadi setiap hari yang bertugas membersihkan ya..ibu gurunya. Akupun dengan tersenyum menjawab kalau begitu mulai hari ini aku siap membersihkannya sebelum murid-murid datang. Dalam waktu 15 menit selasailah aku membersikan kelas itu …subhanallah berarti ibu guru disini tidak hanya mengajar tapi juga tukang bersih-bersih ,beda sekali dengan dikota, guru datang kelas sudah bersih, AC sudah nyala . aku salut dengan ibu guru di sekolah ini. Tidak lama kemudian murid-muridpun datang ,kitapun siap-siap menyambutnya…..Anak-anak di Tk ini tidak ada yang diantar mereka berangkat sendiri dengan berjalan kaki kecuali yang rumahnya jauh mereka diantar pakai motor, ternyata anak-anak desa sangat mandiri dan pemberani. Waktu untuk mengajar tiba juga, dalam hati ku berkata aku hari ini aku benar-benar jadi guru yang sesungguhnya,akan keberikan semampuku untuk menjadikan murid-muridku semangat dan menemukan suasana baru .Aku pun mulai berkenalan dengan mereka. Subhallah mereka anak anak yang polus dan jujur apa adanya…kupandang muridku satu persatu ada yang tampak rapih dan terawat tapi itu hanya sebagian, sementara yang lain ada yang sibuk mengusap ingusnya dengan tangan, rambut tampak tidak disisir , baju seragam yang kusut dan kancing yang sudah pada copot, bahkan sepatunya banyak yang ada jendelanya jadi jempolnya kaki tampak terlihat….., tak terasa butir air mataku berlinang, apalagi setelah mereka cerita ibunya menjadi TKW jadi mereka tinggal dengan nenek yang sudah tua dan ayahnya bekerja menjadi tukang ojek, melihat dan mendengar semua itu hatiku semakin bertekat aku harus bisa membuat mereka belajar dengan semangat, menyenangkan.Sungguh hari pertama mengajar yang sangat mengesankan.
Sebelum pulang akupun berbincang bincang dengan guru-guru yang lain dan mendengarkan cerita mereka sejarah dan sistim pengajaran di TK tersebut. Guru –gurunya sangat ramah, dan menyambutku dengan hangat , bahkan guru guru siap menerima hal yang baru demi kemajuan sekolah.Hal ini juga menjadi tantangan bagiku,….suasana yang formal menjadi cair…ketika seorang guru mengingatkanku….bu sebelum pulang jangan lupa di cek sepatu pantopelnya,akupun segera melirik ke sepatuku,,,semua jadi tertawa..ha ha ha sepatunya udah berubah warna….ayo kita rapi-rapi sebelum pulang, jangan kaget kalau musim kemarau sepatu berubah warna , kalau musim hujan sepatu bertambah tinggi ….wah seru juga.
